Thx anda Pengunjung ke :

Tampilkan postingan dengan label MSDM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MSDM. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2011

Keterampilan Manajerial

Kemampuan Manajerial
Kemampuan manajerial adalah suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer seperti kemampuan menggunakan pengetahuan, perilaku dan bakat dalam menjalankan tugas (Zulkifli Amsyah, 2005)
Robert Katz mengelompokkan keterampilan manajemen berupa teknis, hubungan manusia dan konseptual. Keterampilan teknis penting untuk manajer lini bawah seperti kemampuan menghasilkan produk dan jasa. Keterampilan hubungan manusia berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan sub ordinat, anggota kelompok, atasan dan pelangan. Keterampilan konseptual sangat berhubungan dengan manajer lini atas yang berkaitan dengan kemampuan mengorganisasikan dan mengintergrasikan kebijakan, visi misi, organisasi agar dapat dimengerti dan dijalankan oleh manajer ditingkat bawahnya. Tugas manajer di masing-masing level dapat digambarkan sbb:

                    Gambar  2.1    , Pembagian Tugas di tiap Level Manajer
                           
Keterangan Gambar :
1.      Manajer Lini Atas :
·         Perencanaan dan kegiatan konseptual
·         Visi, Misi organisai
·         Koordinasi pada seluruh organisasi
·         Relasi komunitas
·         Hubungan komunitas bisnis
1.       
2.      Manajer Lini Tengah :
·         Kinerja Manajemen
·         Pengawasan
·         Personalia dan Pelatihan
3.      Manajer Lini Bawah :
·         Supervisi pekerja
·         Keterampilan teknis
·         Suvervisi jadwal dan waktu
·         Pengawasan biaya dan kualitas

Henry Mintzberg mengelompokkan keterampilan manajemen menjadi lebih luas dari pada Robert Katz dengan menambahkan tiga katagori pada keterampilan hubungan manusia dan 5 katagori pada keterampilan konseptual sbb : Teknis, Hubungan manusia terdiri dari: kelompok, kepimimpinan dan resolusi konflik. Konseptual : mengolah informasi, membuat keputusan, mengalokasikan sumber daya, kewiraswastaan dan mawas diri.
Virginia Boehm melakukan studi ekstensif mengenai keterampilan manajerial terhadap 1000 manajer di Sohio Corporation, keterampilan apa yang paling dibutuhkan dalam mencapai tujuan pekerjaan, hasilnya 6 keterampilan yang paling dibutuhkan adalah : Pemecahan Masalah, Inisiatif, Penyesuaian, Perencanaan, Dasar Pertimbangan dan Ketilitian.
Tabel 2.1,
Tabel keterampilan manajerial yang diperlukan (sumber: Virginia Boehm dalam Zulkifli Amsyah,2005)

Keterampilan diurut mulai yang paling sukses
Uraian
1. Pemecahan Massalah


2. Inisiatif


3.Penyesuaian


4. Perencanaan


5. Dasar Pertimbangan


6. Ketelitian

7. Sensitivitas antar personal


8. Pengaruh

9. Partisipasi diskusi

10. Analisis Kuantitatif



11. Komunikasi tertulis


12. Komunikasi lisan

Melihat ke depan, menggunakan pertimbangan praktis, memperhatikan keakurasian informasi tiap alternatif dan akibatnya
Berpikir cepat, mengetahui kapan keputusan diperlukan, cepat mengambil tanggung jawab kepemimpinan,siap memutuskan, bebas menentukan areal permasalahan
Berorientasi pada pembaharuan, menyesuaikan dengan tugas baru, mengubah strategi dengan cepat, merevisi perencanaan
Memformulasikan rencana, melaksanakan perintah dalam situasi yang membingungkan, menentukan tugas-tugas kunci dan langkah kritis
Mengorganisasikan informasi, menggunakan konsep, ringkasan, mengintisarikan data penting, mengidentifikasi problem hubungan
Memperhatikan detail, cek ulang ketepatan, hasil kerja teliti, memperhatikan problem sekecil apapun
Variasi pendekatan, penyesuaian jenis komunikasi pada peserta, menunjukkan sensitivitas, mendelegasikan jika perlu, menghargai orang lain
Memberi atensi dan respek, mempengaruhi keadaan dalam kelompok, memberikan argumentasi yang dapat dipercaya
Aktif dalam kelompok diskusi, berbicara tanpa menggurui, mengemukakan ide dalam pertemuan
Menggunakan kuantitatif data secara efektif, mengaplikasikan pengetahuan teknik kuantitatif dalam bekerja, menangani problem dengan menggunakan teknik kuantitatif
Laporan ditulis secara ringkas, terorganisasi, mudah dibaca, mampu mengedit laporan orang lain, menulis laporan teknis secara jelas dan berarti penting
Melakukan presentasi formal secara efektif, mempresentasikan bahan secara lisan dengan cara yang menarik, berbicara dengan gaya teratur

Jumat, 24 Juni 2011

Manajemen Sumber Daya Manusia


Pada bagian ini diuraikan kajian pustaka yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia ( MSDM) khususnya mengenai konsep-konsep Kemampuan Manajerial SDM,  Perangkat Keras & Perangkat Lunak, Kualitas Layanan dan Kepuasan Pemakai Layanan serta pola hubungan diantara masing-masing variabel penelitian.
Untuk memperkuat penelitian dikemukakan beberapa hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini, berdasarkan hasil kajian pustaka dan hasil penelitian sebelumnya maka ditetapkan kerangka berpikir yang merupakan paradigma penelitian ini.
Bagian akhir dalam bab ini dikemukakan rumusan hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara atas permasalahan yang menjadi topik penelitian yang diungkap dalam bab I.

2.2  Manajemen Sumber Daya Manusia
Sebelum menguraikan pengertian manajemen sumber daya manusia maka sebelumnya diuraikan dulu apa itu manajemen. Manajemen adalah suatu upaya untuk mengolah resourchees (Man, Money, Materials, Methods, Machine) menjadi efektif dan efesien  dalam mencapai tujuan akhir yang maksimal. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses pengendalian berdasarkan fungsi manajemen terhadap daya yang bersumber pada manusia (Michael Amstrong dalam Abdurrahmat Fathoni, 2006). Manajemen Sumber Daya Manusia adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek ”manusia” atau SDM dalam posisi manajemen, termasuk merekrut, menyaring melatih, memberi penghargaan dan penilaian (Dessler, 2006). Fungsi manajemen dapat dibagi menjadi dua yaitu, fungsi manajerial dan fungsi operasional. Fungsi manajerial tercakup dalam perencanaan, pengorganisasian pelaksanaan dan pengawasan. Fungsi operasional tercakup dalam recruitmen, seleksi pelatihan, penempatan, pengembangan karir dan konpensasi. Peranan SDM sangat penting dan strategis dalam suatu perusahaan, Gary Dessler menyebutkan bahwa di era Globalisasi  persaingan antar perusahaan akan semakin tinggi berarti semakin banyak tuntutan untuk mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas karyawan dan melakukan hal-hal yang lebih baik dan murah. Bagi karyawan di seluruh dunia, fungsi sumber daya manusia adalah sebagai pemain kunci dalam menolong perusahaan mencapai tujuan-tujuan strategis ini.
Kenapa MSDM sangat diperlukan, seperti di uraikan oleh Dessler di atas bahwa peranan sumber daya manusia sangatlah penting dalam suatu perusahaan atau organisasi sehingga SDM perlu untuk dikendalikan sesuai dengan fungsi manajemen agar :
  • Tidak memperkerjakan orang yang salah untuk pekerjaan tersebut
  • Orang yang diandalkan tidak menjalankan tugas dengan baik
  • Proses pergantian karyawan yang tinggi
  • Mempekerjakan karyawan sesuai dengan undang-undang dan hukum agar tidak dituntut dikemudian hari
  • Mengadakan pelatihan pelatihan untuk karyawan agar tetap mempunyai kompetensi prima
  • Menetapkan azas keadilan bagi karyawan dengan memberikan  Reward dan Punishment serta gaji yang layak dlsb.

Dalam penelitian ini yang menjadi topik bahasan adalah kontek pengelolaan resourchees (Man, Money, Materials, Methods, Machine) kaitannya dengan Sistem Informasi Manajemen 

Senin, 20 Juni 2011

Tentang Kepemimpinan


Apa yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk menjadi Pemimpin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang diperlukan : karisma, pandangan ke depan, daya persuasi, intensitas dan lain-lain.
Kemampuan dan keterampilan pemimpin untuk mengarahkan bawahan merupakan faktor penting dalam efektivitas manajer.
Kepemimpinan manajerial adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas anggota kelompok yang dipimpinnya.
Ada tiga hal penting dari batasan di atas :
1.   Kepemimpinan harus melibatkan orang lain, bawahan atau pengikut.
2.Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama diantara pemimpin dan anggota kelompok.
3.Pemimpin harus mampu memberikan kepada bawahan atau pengikutnya perintah atau pengarahan, disamping mempunyai posisi yang dinyatakan sah secara formal.
Dari pengamatan atas kelompok yang menjadi pemimpin dibandingkan dengan yang bukan pemimpin, diperoleh gambaran bahwa seorang pemimpin itu pada kenyataannya:
a.   Lebih pintar, lebih cerdik.
b.   Lebih extrovert (memikirkan kepentingan umum).
c.   Lebih percaya diri.
d.   Cenderung mempunyai fisik lebih tinggi.
Kekecualian dari ciri-ciri di atas ternyata ada juga. Napoleon adalah seorang yang pendek, sedangkan Abraham Licoln cendeung introvert.
Sebagai temuan lain, ternyata diperoleh bukti-bukti bahwa pengaruh budaya dan lain-lain faktor memegang peran yang penting pula.
Bertambahnya etnis non-kaukasus, kaum wanita, kelompok minoritas dan penggolongan lain yang menjadi pemimpin pada saat ini, akan mengubah kesimpulan-kesimpulan yang sudah diperoleh pada waktu sebelumnya.
Untuk membandingkan pemimpin yang efektif dengan pemimpin yang tidak efektif, diperoleh gambaran bahwa pemimpin-pemimpin yang efektif pada umumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.   Mempunyai intelegensia yang tinggi.
b.   Berinisiatif.
c.   Keyakinan diri yang besar.
Ciri-ciri di atas tampaknya baru merupakan ciri-ciri yang potensial untuk menjadi pemimpin yang berhasil. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, perlu ditunjang oleh beberapa kemampuan, seperti kemampuan supervisi, untuk menghadapi berbagai situasi dan kemampuan yang lebih bersifat teknis lainnya.
1.   Behavioral Approach.
Pendekatan perilaku dalam kepemimpinan berbeda dengan pendekatan sebelumnya. Apabila pada Trait Approach orientasi pengamatan ditujukan pada bagaimana seorang pemimpin yang efektif itu adanya, dalam pendekatan perilaku orientasi pengamatan ditujukan pada apa yang diperbuat oleh seorang pemimpin. Bagaimana seseorang pemimpin mendelegasikan tugas-tugas kepada bawahan, bagaimana cara dia memotivasi dan berkomunikasi dengan bawahan, merupakan fokus pendekatan perilaku.
2.1.      Fungsi dan Gaya Kepemimpinan.
Aspek pertama dari pendekatan perilaku dalam kepemimpinan adalah sejauh mana seorang pemimpin dapat mengintegrasikan dua fungsi utama yang menjadi tugas pemimpin, yaitu :
a.   “Task-Related” : atau fungsi pemecahan masalah yang harus dijalankan seorang pemimpin, yang berorientasi pada selesainya tugas secara cepat.
b.   “Group-Maintenance” : atau fungsi sosial, dimana seorang pemimpin harus membantu kelompok yang dipimpinnya agar dapat bekerja lebih lancar.
Pemimpin harus dapat menanggapi gagasan-gagasan dari kelompok yang dipimpinnya, dan ikut serta merasakan apa yang dibutuhkan oleh bawahan.
Pemimpin yang berhasil/efektif adalah pemimpin yang dapat menggabungkan dua kepentingan di atas sebagai dua fungsi dari seorang pemimpin.
Persfektif kedua dari kepemimpinan yang didasarkan pada pendekatan perilaku adalah pilihan gaya kepemimpinan yang dianut oleh seorang pemimpin dalam memperlakukan bawahannya.
Gaya kepemimpinan ini terdiri dari dua macam :
a.   “Task-oriented”, dimana manajer melakukan pengawasan terhadap bawahan agar tugas yang dikerjakan dapat diselesaikan dan memuaskan dirinya. Manajer dengan orientasi seperti ini lebih mengutamakan selesainya tugas dibandingkan dengan perkembangan bawahannya.
b.   “Employee-oriented”, dimana manajer cenderung lebih berorientasi pada usaha memotivasi bawahan untuk menyelesaikan tugasnya dibandingkan penyelesaian tugas itu sendiri. Pemimpin yang mempunyai gaya kepemimpinan ini berusaha untuk melibatkan bawahan dalam membuat keputusan, dan memperlakukan bawahan dengan bersahabat, penuh kepercayaan dan hubungan yang penu penghargaan.
Pilihan atas dua gaya kepemimpinan di atas, seringkali dipengaruhi oleh faktor-faktor latar belakang, pengetahuan, sistem nilai dan pengalaman seseorang.
Tinggi rendahnya orientasi pimpinan dalam memilih pola kepemimpinannya, akan berpengaruh pada kebijakan dia untuk melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan (hasil pengamatan R.Tannenbaum, W.H. Schmidt).
 sumber: rangkuman materi MSDM, Prof. Dr. HM Sidik Priadana S2,STIEPAS Bdg,